Selasa, 03 Juni 2014

video pengolahan makanan


teknik pengolahan makanan

  • Blanching

    Adalah proses dimana makanan direbus sampai mendidih dengan cepat dalam air panas, dan direbus dalam waktu yang singkat. Makanan kemudian disegarkan kembali dengan dibilas atau dimasukkan kedalam air dingin untuk menghentikan proses memasak. Blanching sering digunakan sebagai proses pendahuluan untuk prinsip memasak lainnya.


    • Boiling:

    Adalah memasak makanan didalam air mendidih yang jumlahnya (dalam volume) lebih banyak dari pada makana yang dimasak, sehingga makanan yang dimasak dapat terendam seluruhnya.

    •    Simmering:

    Adalah merebus dengan perlahan-lahan pada suhu 95°C – 98°C dalam waktu yang agak lama.

    •  Poaching:

    Adalah memasak bahan makanan dalam cairan panas dalam jumlah sedikit dengan suhu dibawah titik didih (77-82°C). Suhu ini tercapai bila gerakan air perebusnya tidak mengeluarkan gelembung udara (gelembung udara memecah dibawah permukaan air).
    Poaching digunakan untuk mengolah ,makanan yang lunak seperti ikan dan telur tanpa kulit. Poaching juga dapat diterapkan pada beberapa bagian daging, otak, pancreas binatang dan buah-buahan berdaging keras. Poaching kadang-kadang dilakukan sebelum proses pengolahan tertentu dengan tujuan menghilangkan bau yang tidak diinginkan dan memperkeras tekstur bahan.

    •    Braising:

    Adalah merebus makanan dalam cairan yang jumlahnya sedikit lebih banyak dari bahan makanan (menutupi bahan makanan) dan dimasukkan didalam oven. Cairan yang dipergunakan dalam teknik braising adalah kaldu (stock). Daging yang dimasak dalam teknik ini akan diproses perlahan-lahan, didalam cairan yang pekat dan panas yang cukup tinggi karena dilakukan dalam alat yang ditutup rapat.

    • Stewing:

    Stewing berarti merebus makanan dalam air yang jumlahnya (volume) hampir sama dengan jumlah bahan yang direbus, dan dilakukan secara perlahan-lahan (simmering) pada suhu 120ºC-     140 ºC. Stewing dibedakan dengan braising adalah bahwasanya dalam proses stewing daging-daging yang akan distew dipotong-potong kecil, dan dalam hal jumlah cair, cairan yang digunakan dalam teknik stewing lebih banyak dari pada cairan yang digunakan dalam braising. Stewing biasanya lebih dikenal dengan menggulai. Bahan cairan yang digunakan adalah stock, sauce, dan santan.

    • Steaming:

    Teknik Steaming (mengukus) adalah mengolah bahan makanan dengan menggunakan uap air mendidih (100°C) dalam suatu tempat yang tertutup, contoh; steam rice, steam potatoes, steam vegetable.

    •    Roasting:

    Pemasakan dengan cara memanggang pada umunya menggunakan alat seperti oven. Oven juga biasanya digunakan untuk menbuat roti hanya saja dalam hal ini dinamakan baking 

    •        Grilling:

    Proses memasak dengan menggunakan arang panas menggunakan alat grill. Arang digunakan karena dapat membentuk aroma yang khas di makanan. 

    • Griddling:

    Alat memasak daging dengan cara memanaskan flat baja diatas api dari gas. 

    •    Barbecue/barbegue/BBQ

    Ini adalah cara memasak tradisional, tetapi justru dugemari turis karena keunikannya, yaitu bahan yang di masak ditusikan pada bambu dan diputar-putar diatas bara api. 

    •    Deep frying:

    Menggoreng dengan banyak minyak hingga bahan yang dimasak tenggelam kedalam minyak.

    •     Sauteeing:

    Biasa dikenal dengan menumis, yaitu memasak bahan dengan sedikit minyak atau menggunakan butter.

    •     Shallow frying:

    Hampir sama denagn sautee, shalow frying memakai sedikit minyak dan cara memasaknya memakai fry-pan atau teflon, biasanya dalam pembuatan chiken breast steak.

    5 hasil karya kerajinan tangan dari barang bekas

    1. Membuat Penutup Plasik Makan Ringan/Kerupuk

    Ide yang ini sangat menginspirasi saya. Tiap kali makan kerupuk atau snack, kalau udah jenuh pasti di ikat pakai karet gelang. Dengan adanya modifikasi sedikit pada botol plastik, kita bisa membuat alat yang super duper bermanfaat, agar snack atau kerupuk tidak amem (masuk angin) :D

    2. Membuat Hiasan Lampu
    Hmmm, kalau yang satu ini pasti langsung kepikiran $$$$, gimana enggak coba? hasil karya yang sebagus ini bisa dibuat hanya dengan botol plastik bekas..yang penting sih bagaimana kita berkreasi memilih warna-warna botol plastik yang akan kita buat menjadi Hiasan Lampu.

    3. Membuat Pot Tanaman Cantik

    yayaya, untuk yang cewe-cewe pasti langsung bilang.. "Unyu banget!" kalau karya sebelumnya kita tidak memerlukan bahan tambahan, untuk pot tanaman cantik ini, sobat harus lebih kreatif dengan menambahkan ornamen dan cat warna. Supaya makin unyuuuu.. >,<

    4. Membuat Tempat Kado Unyu (lagi)

    Tempat cincin untuk lamaran bisa juga nih di taruh di sini...hehe, yang pasti cara pembuatannya sangat mudah dan tidak sulit kok, tinggal di potong menurut pola melengkung membagi menjadi 4 bagian, lalu lipat kedalam. Ikat seluruhnya dengan tali hias.

    5. Membuat Stempel Motif Bunga

    Bosan gunting-gunting, lem-lem, potong-potong botol bekas? kali ini saya kasih yang gampang! botol plastik bekas untuk stempel motif bunga. Gak usah susah-susah, tinggal tempel di cairan warna lalu cap di media yang akan digambar. :D


    Budidaya Ikan Botia & Arwana Silver Andalan Belitung Timur

    Wakil Bupati Belitung Timur, Zarkani Mukri didampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kelautan dan Perikanan, Dr. Achmad Pornomo dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya (P4B) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Dr. Tri Heru Prihadi melakukan pengguntingan pita, menandai diresmikannya hatchery (tempat penetasan) ikan hias di Balai Budidaya Ikan (BBI) air Tawar Desa Mempaya Kecamatan Damar, Senin (19/5) Pagi.
    Acara peresmian dihadiri Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias (BPPBIH) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, I Wayan Subamia, Kepala Peneliti BPPBIH, Dr. Ofri Johan, Ketua Tim Diseminasi Ikan Hias KKP RI, Dr. Wartono Hadie, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung, Pimpinan SKPD di lingkup Pemkab Beltim, staf Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bangka-Belitung, para camat dan kades, wartawan media nasional dan lokal, serta kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) di Kabupaten Beltim.
    Kepala DKP Kabupaten Beltim, Ferizal menjelaskan bahwa potensi sektor perikanan budidaya di Kabupaten Beltim sangat menjanjikan. Pengembangan sentra-sentra sektor kelautan perikanan dianggapnya mampu memberikan kontribusi yang cukup signifikan dan menggerakkkan ekonomi masyarakat khususnya sebagai antisipasi pasca penambangan.
    “Kita ingin menjadikan Kabupaten Beltim sebagai salah satu pemasok ikan hias di Indonesia. Ikan hias yang akan dikembangkan adalah ikan hias Botia (Chromobotia Macracanthus) dan Arwana (Scleropages sp)Silver, khas Belitung,” terang Ferizal.
    Dipilihnya ikan Botia dan Arwana karena ikan hias ini dianggap mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, mempunyai pasar dunia yang menjanjikan, serta cocok dengan kondisi air yang ada di Kabupaten Beltim. Kabupaten Beltim merupakan daerah ketiga di Indonesia yang dipilih oleh KKP RI untuk dilakukan pengembangan ikan botia.
    Kepala P4B KKP RI, Dr. Tri Heru Prihadi menambahkan upaya ini dilakukan sebagai tindak lanjut kerjasama yang diusung BPPBIH dengan DKP Kabupaten Beltim tentang penerapan dan pengembangan teknologi budidaya ikan hias, khususnya Botia dan Arwana. Sebelumnya, berbagai persiapan dilakukan mulai dari pembuatan sarana prasarana budidaya, penguatan keahlian SDM, hingga inventarisasi potensi lokal perikanan dan kelautan, jelasnya
    “Sejak penandatanganan perjanjian kerjasama pada 22 April 2013 lalu di Jakarta, kita akan berkomitmen untuk merapkan ruang lingkup kerja sama yang meliputi, pengadaan dan pengelolaan induk ikan, domestikasi adaptasi dan karantina induk ikan, dan pemijahan, perawatan larva, benih hingga calon induk,” kata Tri
    Dalam jumpa pers yang dilakukan seusai acara peresmian, Kepala Balitbang Kelautan dan Perikanan KKP RI mengungkapkan Balitbang akan melakukan penelitian terkait rencana pengembangan ikan hias lainnya, dalam upaya untuk mengembangkan potensi perikanan budidaya, terutama dalam memanfaatkan potensi kolong-kolong bekas tambang timah dan kaolin yang tersebar di Kabupaten Beltim.
    “Kita melihat banyak potensi perikanan yang dapat dikembangkan, kita akan meneliti dulu bagaimana kemungkinan untuk melakukan pengembangan budidaya ikan kosumsi dan ikan hias pada kolong-kolong bekas tambang. Misalnya apakah memungkinkan untuk mengembangkan ikan patin, lele, koi, dan juga lainnya”, pungkas Achmad
    Wakil Bupati Beltim, Zarkani Mukri mengucapkan terima kasih kepada tim dari KKP RI yang telah memilih untuk mengembangkan budidaya ikan hias Botia. Ia berharap Kabupaten Beltim akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakatnya melalui budidaya ikan hias dan ikan konsumsi.
    “Kita harap dengan ada kerjasama ini masyarakat kita khususnya para pembudidaya ika akan merasakan manfaatnya. Kita ingin masyarakat tidak hanya mampu menjual ikan yang diperoleh dari habitatnya tapi juga mampu membudidayakannya, sehingga target kita sebagi salah satu pemasok ikan hias di dunia dapat terwujud,” harap Zarkani
    Acara peresmian hatchery ikan hias yang berlangsung di tengah guyuran hujan ini juga diisi dengan presentasi dari Tim Diseminasi Ikan Hias, Dr. Wartono Hadie, tukar menukar cendera mata antara pihak KKP RI dengan Pemkab Beltim, peninjauan ke kolam dan aquarium budidaya ikan, serta ditutup dengan konfrensi pers.

    Budidaya Cacing Sutra

    Petani ikan tawar di Pangkalpinang, Bangka Belitung, mulai meminati pembudidayaan cacing sutra yang dijadikan pakan benih karena dapat menghemat biaya pemeliharaan ikan di daerah itu.
    “Sebelumnya minat petani ikan tawar untuk membudidayakan cacing sutra cukup rendah, namun setelah disarankan kepada beberapa petani di daerah itu petani yang lain mulai mengikutinya,” kata Kepala Balai Benih Ikan Lokal Kota Pangkalpinang Teguh Sutoto di Pangkalpinang, Kamis.
    Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan sosialisi lebih lanjut kepada petani yang membudidayakan cacing sutra agar mereka lebih paham bagaimana cara mengembangbiakkan cacing itu dengan baik dan benar.”Budidaya cacing sutra ini tidak sulit untuk dikembangkan karena media yang digunakan mudah didapat dan untuk perkembangbiakannya hanya dengan menggunakan air dan lumpur, sedangkan untuk perbandingannya satu banding satu, antara air dengan kotoran ayam,” katanya.
    Ia mengatakan cacing sutra itu merupakan salah satu penunjang pertumbahan bagi benih ikan, dalam satu bulan pertumbuhan benih ikan mencapai 3 sampai 4 cm, namun jika menggunakan fengli atau pakan buatan hanya tumbuh 2 cm dalam waktu satu bulan.
    “Pertumbuhan benih ikan dengan menggunakan cacing sutra sebagai pakan lebih baik dan lebih cepat, dan biasanya pemberian cacing sutra hanya sampai pada usia 1 bulan, selanjutnya diberi usus ayam atau pelet, namun jika ingin memberinya sampai dewasa tidak masalah dan biasanya untuk pakan benih ikan itu cacing sutra yang berukuran 1 atau 2 cm,” katanya.
    Ia berharap peningkatan minat membudidayakan cacing sutra itu juga diikuti dengan bertambahnya minat warga untuk membudidayakan ikan tawar.
    “Saat ini minat warga untuk membudidayakan ikan tawar masih rendah karena untuk meningkatkan kesejahteraan, warga sudah terbiasa dengan cara instan yang cepat menghasilkan uang banyak, misalnya menambang biji timah dan lainnya,” ujarnya.